“Kencan” Diplomatik 505 Kilometer
per Jam
1.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Jepang
Caroline Kennedy manjalani “kencan” istimewa dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Sabtu (12/4)
Informasi:
Caroline
Kennedy dan Shinzo Abe menyelenggarakan kencan istimewa pada 12 April.
2.
Di
tengah hawa sejuk awal musim semi dan keindahan pemandangan bunga sakura di
lereng Gunung Fuji, Abe mengajak Kennedy berjalan-jalan dengan kecepatan
tinggi. “Saya berharap Duta Besar Kennedy akan menikmati paket lengkap Jepang:
keindahan bunga sakura, Gunung Fuji, dan teknologi tercanggih,” ujar Abe santai
sebelum memulai perjalanan.
Informasi:
Abe dan Kennedy berjalan – jalan dengan kecepatan
tinggi untuk melihat keindahan Jepang.
3. Hari itu, Abe mengajak Kennedy menjajal
kereta api (KA) magnetik supercepat yang akan ditawarkan kepada AS. KA canggih
ini menggunakan teknologi magnetic levitation (maglev) yang menerapkan daya
angkat magnetis sebagai sumber tenaga penggerak utama.
Informasi:
Abe mengajak Kennedy mencoba KA magnetik supercepat
menggunakan teknologi manglev yang akan ditawarkan pada Amerika Serikat.
4.
Dengan menerapkan teori dasar magnetisme bahwa kutub magnet
yang sama akan saling menolak, kereta tanpa roda ini akan terangkat 10
sentimeter dari relnya saat diaktifkan. Tanpa gesekan antara roda dan rel, KA
ini pun dapat melaju lebih cepat, lebih mulus, dan lebih tak bersuara
dibandingkan KA konvensional.
Informasi:
Tanpa adanya gesekan
antara roda dan rel, kereta api melaju lebih cepat dan tak bersuara.
5. Abe dan Kennedy memulai perjalanan mereka
dari Stasiun Yamanashi Maglev Test Line di dekat Gunung Fuji. Sambil tersenyum,
Abe pun menunjukkan keunggulan teknologi Jepang kepada duta besar negara sekutu
utamanya itu.
Informasi :
Abe menunjukkan keunggulan teknologi Jepang pada Duta
Besar Amerika Serikat.
6.
Di tengah perjalanan, KA yang mereka tumpangi sempat
menyentuh kecepatan 505 kilometer per jam atau setara dengan kecepatan jelajah
pesawat penumpang bermesin turboprop ATR 72.
Informasi:
Kecepatan KA yang ditumpangi
Kennedy dan Abe mencapai 505 kilometer per jam.
7. Menurut operator KA spesial ini, Central
Japan Railway, pada saat uji coba tahun 2003 silam, kecepatan maksimum KA
tersebut mencapai 581 km per jam.
Informasi:
Central Japan Railway saat uji coba memiliki kecepatan
hingga 581 kilometer per jam.
8. KA maglev inilah yang akan ditawarkan
Jepang kepada AS, satu-satunya negara adidaya yang belum memiliki jaringan KA
supercepat. Pemerintahan Presiden Barack Obama saat ini berinisiatif
memulai pembangunan jaringan KA supercepat nasional di AS, yang akan dimulai
dengan jalur dari Washington DC ke Baltimore, Maryland, sepanjang 60 km.
Informasi:
Barack Obama
akan memulai pembangunan jaringan supercepat nasional di Amerika Serikat
sepanjang 60 km.
9.
Menurut harian bisnis Nikkei, pihak
Central Japan Railway telah memberi penawaran insentif khusus dengan
membebaskan biaya lisensi jika AS jadi memilih teknologi maglev Jepang untuk
ruas pertama ini.
Informasi:
Central
Japan Railway memberi intensif khusus jika Amerika Serikat memilih teknologi
manglev Jepang.
10. Nikkei
menambahkan, Pemerintah Jepang berencana membayar separuh dari biaya lisensi
sebesar 1 triliun yen (Rp112,7 triliun) melalui Japan Bank for International
Cooperation.
Informasi:
Pemerintah Jepang akan membayar setengah dari biaya lisensi.
11. Meski demikian, Jepang masih harus
bersaing dengan negara-negara pemilik teknologi KA supercepat lain, seperti
Kanada, Prancis, dan Jerman.
Informasi:
Jepang harus
bersaing dengan negara pemilik teknologi KA supercepat lainnya.
12. Usai “kencan” diplomatik tersebut, Abe
mengatakan, “Setelah saya bisa berbagi pengalaman ini dengan Duta Besar Kennedy
hari ini, saya harap dia pun akan berbagi cerita ini dengan Gedung Putih.”
Informasi:
Abe berharap
Duta Besar Kennedy memberi KA manglev milik Jepang.
13. Kennedy,
satu-satunya anak mantan Presiden John F. Kennedy yang masih hidup, menimpali,
teknologi maglev tersebut adalah sesuatu yang bisa mendatangkan manfaat besar
bagi Jepang. “Dan semoga bagi AS juga,” ujar dia.
Informasi:
Kennedy berpendapat besarnya manfaat penggunaan teknologi
manglev.
14. Jepang sendiri sedang berencana membangun
jalur komersial KA maglev yang menghubungkan Tokyo dengan Nagoya di Jepang
tengah pada 2027.
Informasi:
Jepang
berencana membangung jalur manglev pada 2027 di Jepang tengah.
15. Pada 2045, jalur KA maglev tersebut akan
menghubungkan Tokyo dengan Osaka di Jepang Barat dan mempersingkat waktu
perjalanan dari sekitar tiga jam saat ini dengan KA peluru Shinkansen menjadi
hanya sekitar 67 menit.
Informasi:
Pada 2045,
jalur KA manglev selesai dan mempersingkat perjalanan sekitar tiga jam.
Afifah Zahra Setyaningtyas
XII Aksel – 1/01