Senin, 30 November 2015

Tugas Bahasa Indonesia "Kencan" Diplomatik 505 Kilometer per Jam

“Kencan” Diplomatik 505 Kilometer per Jam

1.      Duta Besar Amerika Serikat untuk Jepang Caroline Kennedy manjalani “kencan” istimewa dengan Perdana Menteri  Jepang Shinzo Abe, Sabtu (12/4)
Informasi:
Caroline Kennedy dan Shinzo Abe menyelenggarakan kencan istimewa pada 12 April.
2.      Di tengah hawa sejuk awal musim semi dan keindahan pemandangan bunga sakura di lereng Gunung Fuji, Abe mengajak Kennedy berjalan-jalan dengan kecepatan tinggi. “Saya berharap Duta Besar Kennedy akan menikmati paket lengkap Jepang: keindahan bunga sakura, Gunung Fuji, dan teknologi tercanggih,” ujar Abe santai sebelum memulai perjalanan.
Informasi:
Abe dan Kennedy berjalan – jalan dengan kecepatan tinggi untuk melihat keindahan Jepang.
3.      Hari itu, Abe mengajak Kennedy menjajal kereta api (KA) magnetik supercepat yang akan ditawarkan kepada AS. KA canggih ini menggunakan teknologi magnetic levitation (maglev) yang menerapkan daya angkat magnetis sebagai sumber tenaga penggerak utama.
Informasi:
Abe mengajak Kennedy mencoba KA magnetik supercepat menggunakan teknologi manglev yang akan ditawarkan pada Amerika Serikat.
4.      Dengan menerapkan teori dasar magnetisme bahwa kutub magnet yang sama akan saling menolak, kereta tanpa roda ini akan terangkat 10 sentimeter dari relnya saat diaktifkan. Tanpa gesekan antara roda dan rel, KA ini pun dapat melaju lebih cepat, lebih mulus, dan lebih tak bersuara dibandingkan KA konvensional.
Informasi:
Tanpa adanya gesekan antara roda dan rel, kereta api melaju lebih cepat dan tak bersuara.
5.      Abe dan Kennedy memulai perjalanan mereka dari Stasiun Yamanashi Maglev Test Line di dekat Gunung Fuji. Sambil tersenyum, Abe pun menunjukkan keunggulan teknologi Jepang kepada duta besar negara sekutu utamanya itu.
Informasi :
Abe menunjukkan keunggulan teknologi Jepang pada Duta Besar Amerika Serikat.
6.      Di tengah perjalanan, KA yang mereka tumpangi sempat menyentuh kecepatan 505 kilometer per jam atau setara dengan kecepatan jelajah pesawat penumpang bermesin turboprop ATR 72.
Informasi:
Kecepatan KA yang ditumpangi Kennedy dan Abe mencapai 505 kilometer per jam.
7.      Menurut operator KA spesial ini, Central Japan Railway, pada saat uji coba tahun 2003 silam, kecepatan maksimum KA tersebut mencapai 581 km per jam.
Informasi:
Central Japan Railway saat uji coba memiliki kecepatan hingga 581 kilometer per jam.
8.      KA maglev inilah yang akan ditawarkan Jepang kepada AS, satu-satunya negara adidaya yang belum memiliki jaringan KA supercepat. Pemerintahan Presiden Barack Obama saat ini berinisiatif memulai pembangunan jaringan KA supercepat nasional di AS, yang akan dimulai dengan jalur dari Washington DC ke Baltimore, Maryland, sepanjang 60 km.
Informasi:
Barack Obama akan memulai pembangunan jaringan supercepat nasional di Amerika Serikat sepanjang 60 km.
9.      Menurut harian bisnis Nikkei, pihak Central Japan Railway telah memberi penawaran insentif khusus dengan membebaskan biaya lisensi jika AS jadi memilih teknologi maglev Jepang untuk ruas pertama ini.
Informasi:
Central Japan Railway memberi intensif khusus jika Amerika Serikat memilih teknologi manglev Jepang.
10.  Nikkei menambahkan, Pemerintah Jepang berencana membayar separuh dari biaya lisensi sebesar 1 triliun yen (Rp112,7 triliun) melalui Japan Bank for International Cooperation.
Informasi:
Pemerintah Jepang akan membayar setengah dari biaya lisensi.
11.  Meski demikian, Jepang masih harus bersaing dengan negara-negara pemilik teknologi KA supercepat lain, seperti Kanada, Prancis, dan Jerman.
Informasi:
Jepang harus bersaing dengan negara pemilik teknologi KA supercepat lainnya.
12.  Usai “kencan” diplomatik tersebut, Abe mengatakan, “Setelah saya bisa berbagi pengalaman ini dengan Duta Besar Kennedy hari ini, saya harap dia pun akan berbagi cerita ini dengan Gedung Putih.”
Informasi:
Abe berharap Duta Besar Kennedy memberi KA manglev milik Jepang.
13.  Kennedy, satu-satunya anak mantan Presiden John F. Kennedy yang masih hidup, menimpali, teknologi maglev tersebut adalah sesuatu yang bisa mendatangkan manfaat besar bagi Jepang. “Dan semoga bagi AS juga,” ujar dia.
Informasi:
Kennedy berpendapat besarnya manfaat penggunaan teknologi manglev.
14.  Jepang sendiri sedang berencana membangun jalur komersial KA maglev yang menghubungkan Tokyo dengan Nagoya di Jepang tengah pada 2027.
Informasi:
Jepang berencana membangung jalur manglev pada 2027 di Jepang tengah.
15.  Pada 2045, jalur KA maglev tersebut akan menghubungkan Tokyo dengan Osaka di Jepang Barat dan mempersingkat waktu perjalanan dari sekitar tiga jam saat ini dengan KA peluru Shinkansen menjadi hanya sekitar 67 menit.
Informasi:
Pada 2045, jalur KA manglev selesai dan mempersingkat perjalanan sekitar tiga jam.



Afifah Zahra Setyaningtyas

XII Aksel – 1/01

Tidak ada komentar:

Posting Komentar